Jumat, 27 Juli 2012

Mencegah Kanker Serviks Pada Perempuan

    Hei-hei semua di postingan kali ini gue masih membahas seputar penyakit, tapi bukan lupus melainkan Kanker Serviks atau yang sering kita sebut Kanker Rahim. semoga bermanfaat buat kalian, kalau ada yamg salah atau tambahan please give yours comment.
  
     Seperti yang sudah sering kita bahas bersama bahwa masa Remaja adalah suatu bagian dari periode kehidupan manusia yang ditandai keinginan untuk pencarian jati diri dan rasa ingin tahu yang besar, tidak terkecuali aspek seksualitas. Seringkali masa remaja ini menjadi sangat riskan karena remaja tidak mencari informasi yang benar dan bukan dari sumber informasi yang baik pula. Tentu saja hal tersebut akan berefek sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa para remaja apabila tidak memiliki pengetahuan dan wawasan hidup yang tepat.


Banyak fakta telah menunjukkan bahwa sebagian besar remaja tidak mengetahui dampak buruk dari perilaku seksual yang mereka lakukan. Seringkali dijumpai kasus-kasus remaja yang masih sangat tidak matang tersebut melakukan hubungan seksual secara dini dan kemudian harus dihadapakan untuk menanggung segala risiko yang timbul dari aktifitas seksual yang tidak bertanggungjawab itu.
Lantas muncul pertanyaan, Apakah hubungan aktifitas seksual remaja yang dini dengan kejadian kanker, terutamanya kanker serviks?. Perlu diketahui bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker pada perempuan yang cukup banyak terjadi, diperkirakan jumlah kejadiannya nomor tiga di seluruh dunia. Bahkan khusus di Indonesia, dapat diperkirakan setiap satu jam kira-kira seorang wanita Indonesia meninggal karena kanker ini.
Kanker serviks ini sering disebut juga “Silent Killer” (pembunuh yang diam) dikarenakan perkembangan kanker ini sulit dideteksi. Perjalanan dari awalnya berupa infeksi virus dan kemudian menjadi kanker stadium akhir adalah membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu diestimasi sekitar 5 tahun hingga 10 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari karena umumnya tanpa gejala klinis ataupun keluhan hingga tersadar telah sampai pada tahap akhir penyakit kanker serviks, misalnya terjadinya perdarahan terus-menerus.

Penyebab utama kondisi kanker serviks adalah akibat infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan  persentase terbesarnya ditularkan melalui aktifitas atau hubungan seksual yang bebas dan berisiko. Sehingga lambat laun berkembanglah kanker pada serviks atau mulut rahim yang letaknya berada di bagian bawah rahim dan atas vagina. Hal inilah yang menunjukkan hubungan peningkatan insiden kanker serviks di usia muda yang diakibatkan perilaku seksual yang tidak bertanggungjawab tersebut.
Pada remaja, hubungan seksual pada usia dini dikaitkan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks seorang perempuan. Saat usia muda, sel-sel mukosa pada serviks tersebut belum matang. Artinya masih sangat rentan terhadap rangsangan sehingga belumlah siap untuk menerima rangsangan dari luar maupun paparan sel sperma, termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma atau sering disebut semen, sehingga hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel-sel mukosa pada leher rahim. Kerusakan ini dapat menjadi berat bahkan mengarah menuju perkembangan kanker jikalau terdapat infeksi HPV pada leher rahim maupun kemungkinan adanya HPV yang terkandung dalam cairan semen laki-laki.
Terdapat banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi HPV pada seorang perempuan, seperti genetik atau riwayat keturunan, usia yang lanjut (penuaan), terlalu banyak memiliki anak, keputihan yang tidak sembuh atau kronis, higienitas (kebersihan) organ kelamin yang tidak baik, daya tahan tubuh yang lemah, hingga perilaku berisiko lainnya, misalnya merokok, alkoholisme, dan penyalahgunaan narkotika.  Faktor risiko khusus yang sangat penting terhadap infeksi HPV pada remaja perempuan adalah melalui hubungan seksual pada usia dini (kurang dari 20 tahun), sering bergonta-ganti pasangan termasuk berhubungan seksual dengan pria “hidung belang”.
Oleh karena itulah, aspek pencegahan pada remaja teramat penting dalam menghadapi kanker serviks, jika dibandingkan pemberian pengobatan. Adapun salah satu metode pencegahan primer agar tidak terhindar dari kejadian kanker servik, yakni dengan menghindari faktor resikonya berupa sikap menunda untuk melakukan hubungan ataupun aktifitas seksual secara dini, dan yang saat ini sedang digalakkan berupa vaksinasi kanker serviks pada wanita dengan gerakan pita merah mudanya.

Melalui vaksinasi kanker serviks diharapkan dapat menumbuhkan kekebalan pasif tubuh seorang wanita dari infeksi virus HPV yang notabene dominan sebagai penyebab kanker serviks. Sehingga para perempuan dapat terhindar dari kemungkinan terkena kanker serviks dan dapat menjalani hidup dengan sehat tanpa perlu risau. Dewasa ini sudah tersedia beberapa bentuk produk vaksin kanker serviks yang ditawarkan kepada para perempuan dengan harga yang terjangkau, efektifitas vaksin yang cukup lama (lebih dari sepuluh tahun), dan metode pemberian yang sederhana oleh dokter atau tenaga medis yang terlatih. Pada wanita dengan kondisi tertentu juga diawali pemeriksaan Pap Smear guna deteksi dini keberadaan kanker serviks.
Jadilah remaja perempuan yang sehat, salah satunya terhindari dari kanker serviks.
********

Penyakit Lupus

   Hai semua kali ini gue pengen bahas tentang LUPUS, ada yang udah tau belum tentang penyakit LUPUS?  Nah gue ada sedikit nih pengetahuan buat kalian semua.
  Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.
Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.
Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk geja LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.
   Nah kalian semua sedikit banyak nya udah ngerti dan tau dong apa penyakit Lupus itu setelah gue jelasin diatas.Dan kalian juga bisa liat gambar-gambar penderita penyakit Lupus, semoga dapat bermanfaat.

Rabu, 25 Juli 2012

18.41 - No comments

Profil ku

Hai friends nama gue Deby Maharani biasa di panggil Deby. Gue anak pertama dari 3 bersaudara, gue hobi banget baca novel apalagi nulis artikel atau cerpen dan ini kali kedua gue buat blog, rencana nya di blog ini gue pengen ngepost cerpen-cerpen karangan gue sendiri. Sekian penjelasan dari gue, gue harap blog ini ntar berguna bagi gue dan kalian yang baca.