08.43 -
No comments
No comments
Apakah Insomnia Itu Suatu Penyakit?
Gue rasa kita semua rata-rata pernah ngalamin yang namanya susah tidur atau yang biasa disebut juga dengan sebutan Insomnia. Termasuk gue pribadi kalau udah libur sekolah pasti tidurnya kisaran jam 12 keatas. Waduh pasti bahaya banget buat kesehatan tubuh kita, apalagi bagi yang perempuan, tapi nggak membedakan juga sih antara lebih bahaya mana? Pada perempuan atau pada laki-laki?
Awalnya yang namanya insomnia itu sama aja ngebahayain buat semua golongan, umur dan sebagainya. Biasanya sih kalau gue insomnia itu, paling juga karena siang nya gue udah tidur dari jam 2 sampe jam 5. Hahaha lama banget kan? Nah itu juga bisa jadi salah satu faktor dimana membuat kita malamnya nggak bisa tidur. Padahal nih, sebenernya porsi tidur itu udah diatur se-perfect mungkin. Para dokter juga udah menganjurkan cara-cara tidur siang maupun malam dengan porsi-porsi tertentu. Pada saat ini masyarakat masih belum menganggap bahwa menerapkan porsi-porsi atau jam-jam tidur itu merupakan suatu hal yang penting.
Namun seiring dengan berjalannya waktu sebagian dari masyarakat yang tidak peduli dengan aturan ataupun pola tidurnya. Mereka akan merasakan dampak negative akibat kelalaian tersebut, padahal sepele bukan? Hal ini juga sangat berbahaya bagi para pekerja kantoran, pelajar dsb. Berikut gue jelasin beberapa pengetahuan gue tentang INSOMNIA semoga bermanfaat dan kalian pun jadi mengerti betapa penting nya mengatur pola tidur yang baik.
Pasti sebagian dari anda pernah
mengalami susah untuk Tidur seperti apa yang saya ceritakan di atas,
bukan ? Gejala yang demikian itu adalah suatu gejala yang biasa disebut
dengan istilah Insomnia (mungkin anda terkena Insomnia) dan tahukah
anda apa yang disebut dengan Insomnia itu ? Dan Insomnia bukan suatu penyakit,
tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti
kelainan emosional, kelainan fisik, dan akibat pemakaian obat-obatan
yang sembarangan.
Berhubung saya bukanlah seorang ahli dan
bukan pula seorang analis dibidang kesehatan terutama yang menyangkut
tentang Insomnia, maka terus terang saya hanya mengambil beberapa
keterangan dari berbagai sumber bacaan di dunia maya, Surat Kabar Harian
lokal maupun nasional yang membahas tentang masalah kesehatan,
khusunya tentang gejala Insomnia, dan juga dari informasi-informasi yang
ditayangkan di media TV, dan ditambah pengalaman Insomnia pribadi yang
pernah saya alami.
Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur. Cukup banyak orang yang mengalami satu dari ketiga jenis gangguan tidur ini. Dalam suatu penelitian di USA dilaporkan bahwa sekitar 15 persen dari total populasi mengalami gangguan insomnia yang cukup serius. Penderita mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan.
Orang yang pola tidurnya
terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur
bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur. Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur
berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur
walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti
gangguan fungsional saat bangun.
Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari :
- Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
- Bekerja pada malam hari.
- Sering berubah-ubah jam kerja.
- Penggunaan alkohol yang berlebihan.
- Efek samping obat (kadang-kadang).
- Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer)
Insomnia ada tiga (3) jenis :
- Jenis transient (artinya cepat berlalu), oleh karena itu insomnia jenis ini hanya terjadi beberapa malam saja.
- Jenis Jangka pendek. Jenis dapat belangsung sampai beberapa minggu dan biasanya akan kembali seperti biasa.
- Jenis kronis (atau parah) gangguan tidak dapat tidur berlangsung lebih dari 3 minggu.
Penyebab Insomnia :
1. Faktor Psikologi :
Stres yang berkepanjangan paling sering
menjadi penyabab dari Insomnia jenis kronis, sedangkan berita-berita
buruk gagal rencana dapat menjadi penyebab insomnia transient.
2. Problem Psikiatri.
Depresi paling sering ditemukan. Bangun
lebih pagi dari biasanya yang tidak anda inginkan, adalah gejala paling
umum dari awal depresi, Cemas, Neorosa, dan gangguan psikologi lainnya
sering menjadi penyebab dari gangguan tidur.
3. Sakit Fisik.
Sesak nafas pada orang yang terserang
asma, sinus, flu sehingga hidung yang tersumbat dapat merupakan
penyebab gangguan tidur. Selama penyebab fisik atau sakit fisik
tersebut belum dapat di tanggulangi dengan baik, gangguan tidur atau
sulit tidur akan dapat tetap dapat terjadi.
4. Faktor Lingkungan.
Lingkungan yang bising seperti
lingkungan lintasan pesawat jet, lintasan kereta api, pabrik atau
bahkan TV tetangga dapat menjadi faktor penyebab susah tidur.
5. Gaya Hidup.
Alkohol, rokok, kopi, obat penurun berat badan, jam kerja yang tidak teratur, juga dapat menjadi faktor penyebab sulit tidur.
Kiat atau Cara mengatasi insomnia ialah :
- Berolah raga dengan teratur, paling sedikit dua atau tiga kali seminggu.
- Biasakan diri tidur pada waktu yang tetap setiap malam, begitu pula saat bangun pagi.
- Makan atau minumlah sesuatu, tetapi jangan meminum minuman keras, sebelum kita tidur.
- Usahakan agar ruangan tidur anda sangat gelap.
- Mendengar musik-musik ringan saat hendak tidur.
- Jangan melihat jam lagi apabila sudah masuk ke tempat tidur. Dengan begitu kita merasa masih punya banyak waktu untuk tidur dan merasa rileks.
- Yakinkan diri sendiri bahwa anda akan merasa segar keesokan harinya dan tidak peduli bisa tidur lama atau tidak.
- Jangan terlalu dipikirkan di hati tentang masalah insomnianya. Jangan risaukan. Jalani saja hidup ini seperti apa adanya. Dan tidurlah.
- Jauhi makanan pemicunya. Kafein dalam kopi dan coklat juga merupakan salah satu pemicunya walau sedikit karena dapat membuat terus terjaga.
- Konsumsilah makanan yang lebih ringan sebab jika perut yang terlalu kenyang dapat menyebabkan anda terjaga dari tidur.
- Jangan tidur dalam keadaan perut kosong. Hindari makanan pedas atau mengkonsumsi makanan dan sayuran yang berpotensi memproduksi gas dalam perut. Jangan meminum alkhol terlebih-lebih di tengah malam.
- Kurangi ganguan suara-suara yang tidak menyenangkan, kurangi gangguan cahaya yang tidak menyilaukan mata.
- Jangan tidur pada saat kondisi perut sedang lapar, hal ini dapat membuat anda terbangun dan nantinya hanya karena anda ingin mencari makanan.
- Percayakanlah waktu bangun pada alarm jam. Terlalu sering melihat jam dikamar akan mempengaruhi reaksi emosi.
- Hilangkan segala kecemasan pikiran tentang rencana besok, pikiran tentang tugas yang belum selesai.
- Berdo’a sebelum anda memejamkan mata agar anda dapat tidur dengan baik dan nyaman.
Pada point 8 dan point 16 adalah point yang paling penting (ini menurut saya).
Dengan memiliki prinsip beberapa faktor point di atas, terutama point 8 dan point 16,
mudah-mudahan hidup ini akan terasa ringan tanpa beban. Sehingga ketika
hendak/menjelang tidur pastikan bahwa kondisi pisik maupun psikis dalam
suasana hati yang tenang dan dalam keadaan yang rileks. Mengenai faktor
point-point yang lain juga adalah faktor penting untuk menimbulkan
suasana tidur yang nyenyak dan nyaman.
Atau kalaupun anda tidak/belum bisa
menghindari Insomnia yang menyerang anda, setidak-tidaknya anda sudah
tahu apa itu Insomnia. Kemudian apabila anda masih juga belum bisa
tidur, maka alangkah baiknya pergunakanlah ketidakbisaan tidur anda
tersebut kepada hal-hal yang bermanfaat bagi sesama. Sebagai contoh
adalah alangkah baiknya anda memperbanyak membaca dan menulis
artikel-artikel yang bermanfaat bagi sesama, terutama memperbanyak
tulisan di Kompasiana ini maupun menambah tulisan-tulisan pada blog
pribadi anda masing-masing. Dengan demikian walaupun anda susah untuk
tidur, namun anda masih bermanfaat bagi orang lain atau paling tidak
bagi diri anda sendiri atas pengalaman Insomnia anda tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar