Minggu, 08 Mei 2016

Gout?




Pernahkah anda menyadari bahwa setiap yang kita makan bisa saja menyebabkan penyakit di tubuh kita? Lantas apabila kita dilarang makan ini itu, apa lagi yang bisa kita makan? Ternyata setiap makan yang berlebihan lah yang dimaksud dapat menyebabkan penyakit di tubuh kita. Dalam istilah medis dikenal dalam kelompok penyakit kelainan metabolisme.

Mari kita bahas suatu penyakit kelainan metabolisme yang sangat sering dan banyak kita jumpai di sekeliling, bisa jadi penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang tengah di derita salah seorang anggota keluarga kita. Who know's?

Dulunya penyakit ini disebut dengan Richman Disease (penyakit orang kaya) yang artinya menyerang orang-orang kaya saja atau para raja "The Disease Of King's". Namun sekarang penyakit ini dalam dunia medis disebut juga dengan "Gout" atau dalam bahasa awamnya adalah "Asam Urat". Sederet pertanyaan mulai muncul seperti halnya, "Loh kenapa disebut dengan penyakit orang kaya saja, padahal orang tua saya dulu mengidap penyakit tersebut dan hanya seorang petani kangkung?" "Orang tua saya kaya, tapi kaya kebaikannya". Nah loh, gimana itu???



Disini saya sedikit membahas bagian umumnya saja yang sebelumnya juga telah diberi materi kuliah oleh salah seorang dosen kesukaan saya di kampus yang merupakan seorang dokter penyakit dalam, beliau sangat saya kagumi dalam segala hal termasuk agama.

Jadi, jawaban dari pertanyaan diatas akan saya jawab sebisa mungkin untuk dapat di pahami oleh para pembaca juga. Gout atau yang sering disebut dengan asam urat sering melanda orang-orang disekitar kita yang tidak hanya merupakan seorang yang memiliki jabatan tinggi atau orang yang memiliki uang banyak saja yang bisa terkena penyakit tersebut. Istilah penyakit orang kaya tersebut dikeluarkan dulu karena banyak para raja yang mengalami sakit tersebut dikarenakan pola hidup yang tidak sehat.

Apa sih yang menyebabkan penyakit Gout?

Mulanya tadi saya telah mengatakan bahwa setiap makan yang berlebihan itu tidak baik, dan ternyata itu memang alasan paling penting dalam penyakit ini. Tubuh kita umumnya memang menghasilkan asam urat sebagai produk hasil metabolisme "purin". Purin sendiri merupakan penyusun nukleotida yang berisi adenin dan guanin. Dimana apabila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung "purin" dengan berlebihan maka berlebihan pula pengeluaran asam urat sebagai hasil akhir metabolisme purin tersebut, yang pada akhirnya justru merusak sistem metabolisme tubuh kita sendiri. Disini saya tidak menjelaskan detail bagaimana proses metabolisme purin secara biokimianya, karena yakin lah kalian juga tidak akan mau tahu. Hehehehe.

Setelah kita tau, bahwa yang menghasilkan asam urat itu ternyata purin dan itu terdapat di dalam makanan yang kita konsumsi. Contohnya? Kembali ke pertanyaan pertama tadi yang mengatakan bahwa orang tuanya bukanlah seorang yang kaya raya namun hanyalah seorang petani kangkung. Mari kita perjelas lagi, apakah orang tua di penanya tersebut sering mengkonsumsi sayuran kangkung tersebut? Jika jawabannya adalah iya, maka pantas saja orang tua tersebut dapat terkena penyakit asam urat tersebut. Di ketahui bahwa kangkung merupakan salah satu sayuran yang mengandung kandungan purin, masih ingat dong yang saya katakan diatas tadi bahwa asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme apa? Purin!!

Kemudian ada pertanyaan lainnya, orang tua saya rajin kok mengkonsumsi buah dan sayuran, makannya juga teratur 3 kali sehari dan makannya juga 4 sehat lima sempurna, lantas bagaimana bisa orang tua saya di diagnosa penyakit gout? Jika di flashback kebelakang lagi, mari kita perhatikan yang di katakan makan 4 sehat 5 sempurna beliau seperti apa. Apakah mengkonsumsi sayuran yang minim mengandung purin? Ya. Apakah konsumsi buah teratur? Ya. Lauk seperti apakah yang sering dimakan atau yang suka di konsumsi sehari-hari? Jeroan, seafood, kacang-kacangan. Nah, ini dia penyebabnya! Selain kangkung yang kaya purin, jeroan, kacang-kacangan dan seafood menjadi faktor utama beliau yang patut kita jadikan alasan mengapa beliau dapat terkena penyakit gout tersebut, jadi kita tidak bisa tertipu dengan adanya kata-kata makan teratur 3 kali sehari kemudian 4 sehat dan 5 sempurna. Sungguh disayangkan apabila hal tersebut terus saja berlanjut tanpa adanya konsultasi lebih lanjut kedokter namun malah membeli obat di sembarang tempat dan tidak mengetahui faktor resiko yang memyebabkan penyakit gout tersebut, sehingga penyakit bisa bertambah parah ketingkat yang lebih serius.

"Dok, bagaimana dengan yang sering mengkonsumsi alkohol?"
Satu lagi yang merupakan faktor resiko terpenting selain yang disebutkan diatas, alkohol juga merupakan penyebab terbanyak penderita asam urat. Makanya dulu mengapa para raja yang sering terkena penyakit ini? Ya karena mereka sering meminum, minuman yang beralkohol. Terjawabkan? Dan perlu diingat, alkohol sangat buruk bagi tubuh masyarakat Indonesia, kenapa? Ya jelas beda, alkohol dikonsumsi oleh orang Indonesia yang notabene garis katulistiwa sepanjang pulaunya, sehingga lebih terkenal dengan iklimnya yang tropis beda dengan iklim di negara eropa sana yang sangat dingin dan membutuhkan konsumsi alkohol untuk mendinginkan suhu tubuh mereka, itupun dengan kadar dan jumlah konsumsi yang tidak main-main sembarangan. Mereka tahu itu.

Lantas apa yang harusnya dilakukan bagi penderita?

Haruskah memaksa penderita agar berhenti selama-lamanya mengkonsumsi makanan yang menyebabkan faktor resiko tertinggi penyebab penyakit tersebut? Aada beberapa faktor yang masih memperbolehkan penderita mengkonsumsi makanan tersebut dengan syarat harus mengikuti aturan gizi yang dibuat oleh pakar hingga mampu untuk menstabilkan kadar asam urat di dalam tubuh penderita.

Adakah Gejala seseorang mengalami penyakit Gout?

1. Nyeri pada jempol kaki
2. Nyeri pada persendian biasanya pada siku, kaki,dll.
(yang paling sering)

Bagaimana seseorang dapat dikatakan menderita Gout?

Apabila telah melakukan pemeriksaan terhadap kadar asam urat.
Untuk laki-laki kadar asam urat normal: 3,0-7,0
Untuk perempuan kadar asam urat normal: 3,0-6,0

Tentunya banyak kita temukan perbedaan dalam batas normal kadar asam urat, namun biasanya 7,0/6,0 merupakan kadar normal yang digunakan di instansi kesehatan.

Non-Farmakologi & Farmakologi:

Non-Farmako:
Biasanya mengompres bagian yang terasa nyeri dengan air hangat maupun dingin.

Farmakologi:
Ada banyak jenis obat yang berada di pasaran, namun saya hanya menyebutkan beberapa nama  (bukan nama dagang, harap beli dengan resep dokter saja)
1. Colchisin/Kolkisin: obat pereda nyeri bagi penderita yang biasanya dikonsumsi bersamaan dnegan pemberian obat untuk gout kronik.
2. Ibuprofen: obat ini merupakan golongan NSAID yang dapat pula dikonsumsi untuk pereda nyeri karena mengandung analgetik.
3. Allopurinol: yang sering di resepkan dokter pada pasiennya untuk membantu penghambatan pengeluaran enzim Xanthin Oxidase. single dose.
4. Febuxostat: saya kurang tau jenis obat ini yang pasti sama fungsinya dengan allopurinol hanya saja ada sedikit perbedaan tempat bekerjanya.


Sudahkah anda cek kesehatan anda? Sayangi tubuh anda, konsumsi makanan yang sehat dan cek secara berkala kadar asam urat diri anda, semoga bermanfaat.




0 komentar:

Posting Komentar