07.24 -
No comments
No comments
Anastesia
Secara umum telah diketahui oleh masyarakat bahwa
setiap pasien yang akan menjalani tindakan invasif, seperti tindakan bedah akan
menjalani prosedur anestesi (pembiusan). Kini aku berkesempatan menulis sedikit
banyak tentang seluk beluk anestesi melalui blog-ku ini. Pertama-tama untuk dipahami
bahwa tulisan ini ditujukan bagi sesama dokter muda yang sedang atau akan
menjalani kepaniteraan di bagian Anestesiologi dan Reanimasi, sekaligus dapat
dibaca oleh masyarakat umum sebagai panduan atau lebih tepatnya gambaran
mengenai Anestesi. Tulisan ini merupakan saduran bebas dari sebuah booklet
berbahasa asing dengan judul "Anaesthesia Explained" yang ditujukan
bagi orang dewasa yang akan menjalani prosedur anestesi, disediakan beberapa
informasi mengenai anestesi secara umum, tulisan asli merupakan kumpulan hasil
kerja antara pasien, perwakilan pasien dan ahli anestesi yang bekerja bersama
untuk menghasilkan booklet yang saya maksudkan tersebut.
Oleh karena tulisan berikut akan menjadi sebuah
saduran bebas, ia tidak akan memiliki presisi murni sebagaimana tulisan
aslinya. Jika Anda hendak mendapatkan booklet atau bahan yang asli, silakan
mengunjungi situs resminya di www.youranaesthetic.info yang merupakan
garapanThe Royal College of Anaesthetic dan The Association of Anaesthetic of
Great Britain and Ireland. Juga untuk mendapatkan update informasi yang mungkin
tidak tersedia melalui halaman ini, silakan mengunjungi langsung halaman
rujukan tersebut. Semoga tulisan berikut bermanfaat, jika ada masukan silakan
langsung meninggalkannya melalui link komentar (comment).
Kata "anestesia" berarti "kehilangan
sensasi" atau "mati rasa". Jika kamu pernah mendapatkan suntikan
bius oleh dokter gigi atau penghilang nyeri yang diteteskan di matamu, kamu
telah tahu hal-hal penting tentang anestesi:
* Ia membuatmu tidak merasakan sakit dan
sensasi-sensasi yang lainnya.
* Dapat diberikan dengan berbagai cara.
* Tidak semua anestesia membuatmu tidak sadarkan
diri.
* Bisa ditujukan ke bagian-bagian tubuh yang
berbeda.
Obat-obatan yang menyebabkan anastesia bekerja
dengan menghalangi (blok) sinyal-sinyal yang lewat di sepanjang serabut saraf
hingga ke otak. Ketika obat-obatan itu dihentikan (penggunaannya), kamu akan
mulai merasakan sensasi-sensasi kembali, termasuk rasa nyeri.
Beberapa Jenis Anastesi
Anestesi Lokal: Suatu anestesi lokal akan
mematirasakan bagian kecil dari tubuhmu. Digunakan ketika saraf-saraf secara
mudah dapat dijangkau dengan tetesan, semprotan (spray), minyak/olesan atau
injeksi/suntikan. Kamu bisa tetap dalam keadaan sadar namun bebas dari rasa
sakit.
Anestesi Regional: Anestesi regional dapat digunakan
untuk operasi-operasi pada bagian-bagian tubuh yang lebih dalam atau besar.
Obat-obatan anestesi disuntikkan dekat gelungan-gelungan saraf yang membawa
sinyal dari area tubuh tersebut ke otak.
Anestesi regional yang paling umum (dikenal juga
sebagai blok regional) adalah anestesi spinal dan epidural. Ini dapat digunakan
untuk operasi-operasi tubuh bawah seperti pada seksio caesarea, operasi kandung
kemih atau mengganti persendian paha. Kamu tetap dalam keadaan sadar, namun
bebas dari rasa sakit.
Anestesi General: Anestesi umum (general
anaesthesia) adalah sebuah keadaan tidak sadar yang terkontrol selama keadaan
di mana kamu tidak merasakan apapun dan bisa digambarkan sebagai "terbius".
Ini penting bagi beberapa operasi dan bisa digunakan sebagai sebuah alternatif
bagi anestesi regional untuk beberapa orang.
Obat-obatan anestesi diinjeksikan ke dalam vena,
atau gas anestesi dihirup ke dalam paru-paru, kemudian di bawa menuju ke otak
oleh darah. Mereka menghentikan otak guna mengenali pesan-pesan yang datang
dari persarafan di tubuh. Tidak sadar oleh karena anestesi berbeda dengan tidak
sadar oleh karena penyakit, cedera dan berbeda dari keadaan tertidur. Segera
setelah obat-obatan anestesi dihentikan, kamu akan mulai mendapatkan
kesadaranmu kembali.
Mengombinasikan jenis-jenis anestesi
Obatan-obatan dan teknik anestesi sering kali
dikombinasikan.
Sebagai contoh:
Suatu anestesi regional dapat diberikan sebagaimana
anestesi umum guna menyediakan penghilang (mengurangi) rasa nyeri pasca
operasi. Sedasi digunakan dengan anestesi regional. Anestesi regional atau
lokal mencegahmu dari merasa sakit, dan sedasi membuatmu merasa mengantuk dan
rileks secara mental selama operasi berlangsung.
Sedasi adalah penggunaan sejumlah kecil anestesi
atau obat-obatan sejenis guna menghasilkan suatu keadaan “seperti tidur”. Itu
membuatmu rileks secara fisik dan mental selama suatu penyelidikan atau
prosedur yang bisa jadi tidak menyenangkan atau menyakitkan (seperti
endoskopi). Kamu jadi sedikit ingat akan apa yang terjadi, atau kamu tidak
ingat sama sekali. Sedasi bisa digunakan oleh profesi kesehatan yang lainnya
sebagaimana digunakan oleh anestesi.
Sang Anestetis
Dokter ahli anestesi (The Anaesthetist) adalah
dokter-dokter yang telah melewati pelatihan spesialis di bidang anestesia,
dalam pengelolaan nyeri, dalam pewaratan pasien yang sangat sakit (intensive
care), dan dalam perawatan kedarutan (resusitasi). Mereka akan membuat putusan
besar bersamamu, meskipun kamu sedang tak sadarkan diri atau sangat sakit,
mereka akan membuat putusan-putusan atas dasar kepentinganmu.
Ahli anestesimu akan bertanggung jawab untuk:
keselamatan (wellbeing) dan keamanan selama
operasimu;
menyetujui perencanaan denganmu tentang anestesia
(obat-obatan) yang akan digunakan;
memberikanmu anestesi;
merencanakan kontrol terhadap rasa nyerimu
bersama-sama denganmu;
mengatur transfusi yang mungkin kamu perlukan;
perawatanmu di ICU (intensive care unit) jika ini
diperlukan.
Kamu akan dirawat oleh seorang konsultan ahli
anestesia, atau oleh ahli anestesia lain yang berkualifikasi atau seorang ahli
anestesia dalam pendidikan. Kamu dapat meminta konsultasi padanya jika merasa
perlu.
Tim Anestesi, ahli anestesi bekerja sama dengan ahli
bedah dan staf-staf ruang operasi yang lainnya.
Tag Technorati:
{grup-tag}Anestesia,Bedah,Operasi,Sedasi,Pengenalan,Jenis,Ahli Anestesi
Artikel oleh Cahya

0 komentar:
Posting Komentar