Jumat, 05 Oktober 2012

00.38 - No comments

Tips Menerapkan Disiplin pada Anak dengan ADHD

ADHD pada anak-anak ditandai dengan perilaku hiperaktif, kesulitan konsentrasi, konsentrasi mudah buyar, dan kesulitan melakukan tugas sehari-hari.
Anak mungkin tampak terlalu aktif dan melakukan sesuatu tanpa banyak berpikir.
Anak dengan ADHD umumnya menghadapi masalah saat melakukan hal-hal sederhana seperti menyelesaikan pekerjaan rumah, bergaul dengan teman-teman, atau berkenalan dengan teman baru.
Merawat anak yang didiagnosis dengan ADHD merupakan tantangan besar. Orang tua perlu menerapkan disiplin pada anak-anak dengan kondisi tersebut.
Teknik Mendisiplinkan Anak-anak dengan ADHD
Anak dengan ADHD akan sulit berkonsentrasi. Itu sebab, pengulangan dan rutinitas tugas tertentu akan amat membantu mereka.
Sebagai contoh, orang tua bisa membuat daftar tugas-tugas yang harus dilakukan oleh anak setiap harinya.
Daftar tersebut bisa mencakup tugas yang harus dilakukan sebelum berangkat ke sekolah, setelah kembali dari sekolah, dan yang harus diselesaikan sebelum tidur.
Pada tahap awal, buat tugas yang mudah diselesaikan oleh anak. Jangan marahi anak jika tidak bisa mengikuti jadwal ini pada awalnya.
Berikan instruksi positif kepada anak untuk mendisiplinkannya.
Alih-alih “Jangan berteriak” gunakan kalimat “Ibu lebih suka jika kamu berbicara pelan”.
Atau “Bisakah kamu membantu Ibu membersihkan kamarmu?” bukannya “Bersihkan kamarmu”.
Jangan bersikap keras pada anak, tapi pastikan pula anak tidak melewatkan apa yang sudah menjadi kewajibannya.
Jelaskan pada anak apa yang harus mereka lakukan. Pada saat berhasil melakukan tugas dengan baik, beri pujian kepada anak.
Pujian amat penting untuk memotivasi anak untuk terus menjadi lebih baik. Apresiasi juga akan membuat anak lebih percaya diri dan memiliki rasa tanggung jawab.
Jika Anda hendak membuat perubahan pada jadwal harian, pastikan untuk menginformasikan anak-anak perihal perubahan tersebut.
Penting pula untuk melibatkan guru dalam terapi perilaku ini. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu di sekolah, jadi pastikan guru mengerti tentang kondisi anak.
Membantu Anak ADHD untuk Berinteraksi Sosial
Anak yang didiagnosis dengan ADHD umumnya mengalami kesulitan untuk bergaul dengan rekan-rekan mereka.
Ajarkan anak keterampilan sosial yang akan membantunya menjalin pertemanan.
Amati siapa saja yang menjadi teman favorit anak Anda. Perhatikan perilakunya tanpa harus terlalu banyak campur tangan.
Saat anak tidak mau berbagi mainan atau tidak sabar menunggu giliran bermain, beri pengertian bahwa perilaku tersebut mungkin tidak dapat diterima oleh teman-temannnya.
Anak-anak dengan ADHD lebih cocok melakukan olahraga yang bukan permanan tim. Jadi ikutkan mereka dalam olahraga perseorangan seperti beladiri, berenang, atau senam.
Mendisiplinkan anak dengan ADHD melibatkan kemampuan komunikasi yang baik.
Kenali kebutuhan anak, identifikasi tugas apa saja yang harus diselesaikan, beri penghargaan atas pencapaian anak, adalah beberapa prinsip dasar yang harus dipegang untuk mendisiplinkan anak.
Menggunakan metode disiplin untuk mengendalikan ADHD terbukti efektif menurunkan ketergantungan pada obat yang tentu saja akan mengurangi efek samping pada kesehatan.

0 komentar:

Posting Komentar